TikTok Monster Gadget yang Nyata

Aplikasi TikTok, siapa yang tak asing dengan aplikasi satu ini? Ya, telah sukses menjadi primadona di media sosial, menyaingi Instagram, Facebook dan Twitter. Dan Tik Tok berhasil eksis di hati pengguna sejak kemunculannya.

Popularitasnya selama beberapa waktu belakangan langsung meroket dan digemari banyak orang. Mulai dari anak-anak sampai orang yang sudah berumur, semua menyukai dan menggunakan aplikasi berbasis kreasi.

Demam TikTok bahkan semakin menggila semenjak pandemi virus corona. Ini membuat seluruh orang terutama anak anak kecanduan gadget, sungguh disayangkan.

Anak-anak sangat menyukai TikTok yang menyediakan fitur menarik dan mudah untuk digunakan. Tinggal pilih dan klik, pengguna sudah bisa menikmati fitur yang mungkin belum pernah ditemukan sebelumnya.

Terkait hal itu, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa di usia anak yang masih kecil, apapun yang menarik perhatian pasti bisa membuatnya jadi ketagihan, tak terkecuali fitur-fitur yang ada di TikTok.

“Karena sedang tren dan mungkin teman-temannya juga sudah bermain TikTok, si anak jadi ketagihan juga,” kata Ikhsan.

“Setahu saya, TikTok itu juga kontennya bermacam-macam. Ada yang menari, bernyanyi, bermain peran, atau make up. Nah, ini juga bisa menarik perhatian anak, karena asyik untuk ditonton dan dibuat,” sambungnya.

Perlu diketahui, TikTok sebenarnya memiliki batasan umur untuk penggunanya. Platform media sosial ini ditujukan untuk anak berusia 13 tahun atau lebih.

Saat ini memang belum mendengar penyakit tentang sindrom TikTok, adanya kecanduan terhadap aplikasi ini sungguh nyata. Anak-anak yang terobsesi dengan ketenaran yang ditawarkan oleh aplikasi TikTok akan membuat mereka tidak berhenti bermain. Pada akhirnya semua tugas sekolah akan terlambat dan sering tidak dikerjakan.

Dampak yang lebih besar adalah kecanduan Gadget. Apabila anak sudah mengalami kecanduan Gadget maka akan sangat sulit untuk melepaskan smartphone dari tangan mereka. Anak akan lebih terfokus pada Smartphone daripada lingkunga. Sebagai orang tua kita harus dapat mengawasi anak dalam penggunaan TikTok, sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk, bukan?